PENGARUH PEMBERIAN PROBIOTIK BIOLIFE AQUACULTURE DENGAN FREKUENSI BERBEDA TERHADAP KELULUSHIDUPAN DAN PERTUMBUHAN UDANG WINDU ( Penaeus monodon Fab ) PADA STADIA PASCA LARVA 15 – 45

Pudiastiono Pudiastiono

Sari


Penelitian dilakukan di Laboratorium Kesehatan Ikan Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Lamongan, pada bulan Maret – April 2009. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui frekuensi pemberian probiotik yang tepat untuk mendapatkan kualitas air yang dominan guna mendukung kelulushidupan dan pertumbuhan udang windu pada stadia pasca larva 15 – 45. Metode penelitian yang digunakan metode eksperimen dan rancangan percobaan yaitu Rancangan Acak Lengkap ( RAL ), dengan 3 perlakuan dan 1 kontrol dengan 3 kali ulangan. Udang windu stadia pasca larva 15 – 45 dipelihara dalam ember plastik dengan volume 5 liter dan tidak dilakukan penggantian air. Parameter yang diamati kelulushidupan, pertumbuhan, amonia, nitrit, bahan organik, kelimpahan bakteri, suhu salinitas DO dan pH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian probiotik dengan frekuensi 4 kali ( setiap minggu ) selama pemeliharaan 1 bulan paling baik untuk meningkatkan kelulushidupan udang windu, kelimpahan bakteri non patogen, serta mengurangi akumulasi amonia, nitrit, dan bahan organik dalam air. Tetapi tidak berpengaruh terhadap suhu, DO, Salinitas dan pH.

Kata Kunci


udang windu, probiotik

Teks Lengkap:

PDF


DOI: https://doi.org/10.30736/grouper.v1i1.4

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


 

Terindeksasi Pada:

 

 



Jalan Veteran No 53 A, Lamongan

Email : grouper@unisla.ac.id

creative commons

This work is licensed under a

Creative Commons Attribution Non-Commercial 4.0 International License

GROUPER: Jurnal Ilmiah Perikanan UNISLA 
Contact Us 
Instagramfacebook